Selasa, 16 Juli 2019

Cara Mengatur Keuangan dengan Mengenal Utang Jangka Panjang dan angka Pendek

Seneng banget yaa rasanya bisa langsung kerja setelah kelar sidang S1. Belum wisuda, tapi sudah kerja. Bagi kamu karyawan baru, berikut ini ada cara mengatur keuangan mu. Salah satunya yaitu dengan mengetahui perbedaan utang jangka panjang dengan utang jangka pendek.



Tips mengatur keuangan
Sebagian dari kalian-kalian ini mungkin akan langsung menikmati pekerjaan dan penghasilannya. Tapi ada sebagian lain yang ingin mulai coba bisnis kecil-kecilan. Sebelum menuju ke tips memulai bisnis. Baca dulu yuk, cara mengatur keuangan untuk karyawan baru.


1. Breakdown gaji
Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengetahui gaji dan memperkirakan pengeluaran kamu dalam satu bulan. Berikut contoh daftar pengeluaran primer kamu dalam sebulan.


  • Gaji : Rp5.000.000
  • Transport : Rp500.000
  • Kos : Rp750.000
  • Uang makan :Rp500.000
  • Pulsa dan internet : Rp150.000
  • Perpuluhan / Zakat

Setelah kebutuhan utama terpenuhi, jangan lupa untuk penuhi kewajiban mu yang lain seperti pajak motor, cicilan hp, STNK, premi asuransi kesehatan, premi asuransi jiwa. Jenis pengeluaran ini adalah pengeluaran kewajiban yang harus kamu keluarkan kepada pihak lain supaya kamu bisa menerima manfaat kemudahan atau fasilitas yang diberikan pihak tersebut.

Setelah kebutuhan utama dan pengeluaran kewajiban kamu terpenuhi, baru deh kamu bisa beli keperluan lainnya seperti membership gym, skin care, berlangganan spotify dan netflix, biaya weekend, liburan, kado ulang tahun, dan lainnya.



2. Tabungan dan Investasi
Jangan lupa untuk menyisihkan penghasilan mu untuk ditabung dan berinvestasi. Apa saja daftar kebutuhanmu?

  • Tabungan dana darurat
  • Tabungan DP mobil
  • Tabungan DP KPR
  • Investasi dana haji
  • Investasi dana pensiun

3. Jenis-jenis utang

Memiliki utang ngga selamanya dipandang buruk. Namun, jika mampu mengelola utang dengan baik, keadaan finansial atau bisnis kita akan berjalan lancar. 

Utang dibagi menjadi dua kategori berdasarkan jangka waktu:

  • Utang jangka panjang
    Contoh utang jangka panjang: Kredit Pemilikan Rumah (KPR), KPA, KTA, Kredit Multi Guna, dan lain-lain.
  • Utang jangka pendek
Contoh utang jangka pendek: Utang kartu kredit, sisa berbagai cicilan kurang dari 1 tahun.

Jenis utang berdasarkan fungsi:
  • Utang produktif
Utang yang digunakan untuk membeli suatu barang atau aset yang nilainya akan naik seiring berjalannya waktu.

Contoh: KPR, kredit modal usaha atau kredit mobil yang akan disewakan

  • Utang konsumtif
Utang yang digunakan untuk membeli suatu barang atau aset yang nilainya akan turun seiring berjalannya waktu.

Contoh: Kredit tas LV, utang kartu kredit, dan utang untuk kebutuhan yang konsumtif.


4. Posisi utang yang sehat
Boleh berutang asalkan:

  • Jika total cicilan tidak melebihi 30% dari total penghasilan
  • Jika total sisa utang tidak melebihi 50% dari totoal keseluruhan aset

Dapatkan informasi selengkapnya hanya di CekAja.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hal yang Harus Diperhatikan Agar Terhindar Dari Pinjaman Dana Fintech Palsu

Beberapa waktu lalu, pemberitaan seputar pinjaman dana online   Fintech peer to peer lending sedang booming dimana-mana. Salah satu pem...