Selasa, 16 Juli 2019

Hal yang Harus Diperhatikan Agar Terhindar Dari Pinjaman Dana Fintech Palsu


Beberapa waktu lalu, pemberitaan seputar pinjaman dana online Fintech peer to peer lending sedang booming dimana-mana. Salah satu pemberitaan yang sedang hits adalah adanya bunga yang mencekik oleh pemberi pinjaman. Selain itu, cara penagihannya juga tidak sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka melakukan pengancaman terhadap masyarakat yang melakukan pinjaman.
Tentu saja semuanya itu tidak akan terjadi jika Anda meminjam di tempat yang terdaftar oleh OJK. Karena kedua masalah di atas sebenarnya bisa terjadi karena peminjam telah mencari pinjaman fintech di tempat yang belum terdaftar OJK dan masih ilegal. Hal ini tak lain karena mereka tergiur oleh pemberi pinjaman yang memberikan pinjaman relatif mudah.
Cukup dengan mengunduh aplikasinya saja, maka peminjam akan diarahkan untuk melakukan pinjaman uang dengan proses pencairan yang super cepat. Padahal, tidak semua aplikasi fintech tersebut adalah resmi. Banyak dari mereka yang ilegal sehingga membuat peminjamnya menjadi merasa dirugikan. Karena setelah prosesnya berlangsung, Anda baru akan menyadari bahwa suku bunganya tinggi.
Belum lagi plafonnya juga sebentar. Maka dari itulah, untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya cari tahu ciri-ciri dari pemberi pinjaman uang fintech yang ilegal sebelum meminjam. Ini sangat penting sekali, jika Anda tidak ingin keuangan Anda bermasalah di kemudian hari. Lebih lengkapnya akan kita bahas dibawah ini:

Ciri-ciri Pinjaman Tunai Fintech Ilegal

  1. Biasanya identitas perusahaan pemberi pinjaman dana akan menyamarkan alamat perusahaannya. Maka dari itu, sebelum mengajukan pinjaman dana online kepada mereka, silahkan  cek terlebih dahulu kevalidan dari alamat perusahaan pengelola aplikasi itu. Ini berbeda sekali dengan fintech resmi yang telah tercatat Otoritas Jasa Keuangan. Mereka siap mencantumkan alamat beserta kontak dalam aplikasinya secara lengkap. 
  2. Anda juga harus berhati-hati bila ingin mengajukan pinjaman uang. Biasanya fintech palsu lebih mudah memberikan pinjaman dana daripada yang resmi. Idealnya, perusahaan fintech akan sangat ketat dan teliti saat memberikan pinjaman kepada calon nasabahnya. Minimal calon nasabah akan diwawancarai terlebih dahulu barulah kemudian mereka dinilai patut atau tidaknya diberi pinjaman.
  3. Berdasarkan peraturan OJK nomor 77 tahun 2016 menyebutkan bahwa penggunaan data pribadi atau transaksi harus dilindungi. Data pribadi dilarang dipakai oleh pihak ketiga, kecuali ada persetujuan drai pemilik data pribadi. Biasanya pihak fintech ilega; akan menyalahgunakan data pribadi itu untuk kontak objek tagihan. Karena nomor kontak ponsel nasabah ditagih pihak fintech saat terjadi tunggakan pembayaran. 
  4. Lebih parahnya lagi ialah beberapa diantara pemberi pinjaman ilegal biasanya akan selalu meneror sekaligus menagih pembayaran di luar jam kerja. Padahal OJK sudah mengatur jadwal penagihan. Beruntungnya saat ini sudah ada situs CekAja.com yang siap mempermudah Anda untuk mencari pinjaman dana secara online dan pastinya telah terdaftar OJK. 

Cara Menghindari Pinjaman Fintech Ilegal

Meskipun pinjaman dana fintech terlihat menggiurkan, karena setiap orang butuh tambahan dana untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Namun, jika Anda tidak berhati-hati, bisa saja Anda terkena jebakan para rentenir online. Maka dari itulah, supaya tidak sampai terkena jebakan dari para pemberi pinjaman ilegal, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut ini untuk menghindarinya.
  1. Bila memungkinkan carilah pinjaman yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Karena berdasarkan data OJK, ada sebanyak 407 fintech ilegal yang telah beroperasi di Indonesia. Salah satunya pemberi pinjaman dana online. Karena operasional yang dijalankan tidak resmi, para fintech ilegal ini tidak mendapat pengawasan dari OJK. Sehingga sistem bunga dan cara penagihannya bisa saja tidak mengikuti kententuan OJK.
  2. Perhatikan bunga pinjamannya. Pastikan Anda memilih bunga yang masih masuk akal. Karena ada banyak varian bunga yang ditawarkan mereka. Ada yang berbentuk pay day loan, pinjaman dengan jaminan invoice, sampai dengan pinjaman tanpa agunan menggunakan sistem bunga bulanan. Anda bisa memilih diantara pilihan suku bunga tersebut untuk menghindari pinjaman fintech ilegal. 
Selain hal itu, pastikan untuk tidak tutup lubang gali lubang. Keuangan sehat itu beban cicilannya 30% dari jumlah pendapatan. Lebih dari itu hanya akan membuat Anda terbebani hutang sendiri. Maka dari itulah, kontrol diri dengan baik. Setelah dirasa memang membutuhkan pinjaman tunai yang ringan dan bunganya rendah, langsung saja cek produk pinjaman dana online yang pastinya aman dan terpercaya di https://www.cekaja.com/kredit/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hal yang Harus Diperhatikan Agar Terhindar Dari Pinjaman Dana Fintech Palsu

Beberapa waktu lalu, pemberitaan seputar pinjaman dana online   Fintech peer to peer lending sedang booming dimana-mana. Salah satu pem...